Mengenal Metode Pembuatan Kopi

Belakangan ini, kopi menjadi jenis minuman yang digemari oleh masyarakat ibukota, dari kalangan elite sampai masyarakat kelas bawah. Tanaman kopi sendiri awalnya hanya berada di Ethiophia, di mana biji-bijian asli ditanam oleh orang-orang Ethiophia daratan tinggi. Akan tetapi, ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya, biji kopi telah meluas sampai ke Afrika Utara dan ditanam secara massal. Diawali dengan seorang warga negara Belanda yang membawa beberapa benih tanaman kopi dari Mekkah ke Bogor, sehingga kopi menjadi tanaman komoditas terpenting di Hindia Belanda hingga saat ini.

Metode untuk membuat kopi sendiri saat ini sudah beraneka ragam, mulai dari menggunakan mesin espresso hingga manual brew. Apa itu manual brew? Manual brew adalah metode penyeduhan kopi yang dilakukan untuk menunjukkan karakter dari biji kopi yang dibuat. Kali ini, kita akan membahas beberapa metode manual brew dan menjelaskan perbedaan diantaranya.

  • Moka Pot

Gwscfe_moka-pot-4Merupakan metode klasik dari Italia yang menjadi metode pembuatan kopi paling popular saat ini. Moka pot memiliki tiga komponen utama, yaitu wadah paling bawah yang menjadi tempat penyimpanan air panas, bagian tengah untuk tempat bubuk kopi dan bagian paling atas sebagai wadah yang kopi yang sudah “naik” dan tercampur.

Teknik ini dilakukan dengan cara mendidihkan air terlebih dahulu hingga pada suhu tertentu air yang telah mendidih akan naik keatas seperti air mancur.

Gunakan biji kopi dengan grind pada level fine untuk hasil yang maksimal.

  • Siphon

coffee_siphonSekilas, alat ini terlihat seperti tabung besar yang umumnya berada di dalam laboratorium. Teknik ini diawali dengan mengisi wadah yang berbentuk bulat dengan air pada temperature ruangan. Kemudian satukan dengan tabung bagian atas, didihkan air hingga keseluruhan air berpindah ke tabung bagian atas. Setelah itu, campurkan bubuk kopi pada tabung yang berisi air dan aduk rata. Setelah tercampur, matikan api dan biarkan beberapa menit agar kopi yang berada pada tabung atas tersaring dan berpindah ke wadah berbentuk bulat di bawahnya.

Untuk teknik ini, biji kopi yang telah di-grind pada level fine akan menghasilkan cita rasa terbaik.

  • V60

V60-02_Ceramic_with_V60_RANGE_SERVER_-_IMG_9995V60 sendiri adalah sebuah wadah berbentuk mug (cone-shaped) dengan gerigi berbentuk spiral pada sisi dalamnya. V60 umumnya dibuat dengan berbagai material yang berbeda, yaitu plastik, kaca, atau keramik.

Teknik menyeduh kopi menggunakan V60 diawali dengan menempatkan kertas filter di dalam wadah. Setelah menambahkan bubuk kopi, tuang sejumlah air panas untuk membasahi seluruh bubuk kopi kemudian biarkan selama 30 detik. Lanjutkan menuang air panas dengan perlahan, dimulai dari sisi tengah dan bergerak ke sisi luar membentuk gerakan melingkar sampai jumlah air mencapai volume yang diinginkan.

Untuk teknik ini direkomendasikan menggunakan biji kopi dari Kenya, Costa Rica, El Savador dan Guatemala yang telah di-grind dengan pengaturan antara fine dan medium.

  • Chemex

chemexMetode Chemex memadukan pour over filter cone dengan botol kaca. Poin terpenting pada metode ini adalah kertas tipis sebagai filter. Tambahkan sejumlah bubuk kopi kemudian buat pivot (seperti lubang) ditengahnya kemudian basahi seluruh bubuk kopi. Setelah beberapa waktu, tuang kembali air panas ke atas bubuk kopi dimulai dari sisi luar memutar ke sisi dalam membentuk lingkaran hingga mencapai volume selama kurang lebih tiga menit. Setelah cairan kopi ditampung pada botol, pisahkan kertas filter kemudian guncang perlahan botol tersebut agar kopi dapat menyatu dengan sempurna.

Coba menggunakan biji kopi dari Kenya, Ethiopia atau Panama dengan level grind diantara medium dan medium-coarse.

 

  • Walkure

walkureMerupakan metode pembuatan kopi yang berasal dari Jerman, dengan menggunakan empat alat yang terpisah dimana semuanya terbuat dari porselen. Ada wadah untuk menuangkan air panas yang terletak paling atas memiliki sekitar enam lubang, wadah di tengah sebagai tempat dimana bubuk kopi diletakkan yang memiliki saringan kecil di dasar wadahnya, wadah paling bawah sebagai wadah untuk menampung kopi yang siap untuk diminum, serta tutup kecil yang dapat digunakan saat proses dripper maupun sebagai tutup wadah kopi yang telah siap saji.

Hasil terbaik akan dihasilkan metode Walkure jika menggunakan biji kopi yang telah di-grind pada level medium.

 

Beberapa metode diatas hanya sebagian dari metode pembuatan kopi yang kini tengah menjadi trend di kalangan masyarakat ibukota. Metode mana yang menjadi favoritmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s